Selasa, Juli 15, 2008

Generasi Muda Harus Bebas Korupsi

GERAKAN ANTI KORUPSI
Dikutip dari Rubrik POLITIK & HUKUM di Harian KOMPAS, Jumat, 27 Juni 2008 halaman 4.


JAKARTA, KOMPAS – Korupsi merupakan salah satu penyebab kerusakan negara ini. Itu sebabnya, generasi muda harus memahami perilaku korup agar bisa membangkitkan semangat perlawanan terhadap korupsi.
Hal ini disampaikan Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan PhD dalam kuliah perdana mata kuliah Anti Korupsi di Universitas Paramadina di Jakarta, Kamis (26/6). Kuliah perdana Anti Korupsi ini juga menghadirkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar. ”Usaha memerangi korupsi juga bisa dilakukan dengan menambah jumlah generasi baru yang paham tentang bahaya korupsi, mengerti, dan bersedia berperan menghentikan praktik korupsi,” ujar Anies. Itu sebabnya, menurut dia, Universitas Paramadina merintis pewajiban mata kuliah Anti Korupsi bagi mahasiswanya, dengan bobot 2 SKS. Tidak heran jika kuliah perdana ini disambut antusias oleh 278 mahasiswa Paramadina.
”Melihat kehadiran seperti ini, mudah-mudahan ini bisa menjadi pertanda minat yang luar biasa dari mahasiswa untuk turut memberantas korupsi. Insya Allah, kelak akan muncul generasi baru antikorupsi di Indonesia,” ujarnya.
Dalam kuliah yang berjudul ”Korupsi dan Upaya Pencegahan Melalui Pendidikan Antikorupsi” itu, Antasari mengatakan, selama ini orang tampak sibuk mengatakan tentang tekad memberantas korupsi. Sayangnya, banyak yang tidak tahu apa itu korupsi. Padahal, sangat penting untuk mengenal apa itu korupsi dan melakukan pencegahan tindak korupsi daripada sekadar memberantasnya.
”Terus terang, saya merasa senang atas sambutan mahasiswa terhadap usaha pemberantasan korupsi. Mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda memang harus memahami masalah korupsi yang menjadi salah satu problem besar bangsa ini,” katanya.
Tentang tindak korupsi, Antasari menjelaskan, secara sederhana dapat dikatakan korupsi terjadi sebagai pertemuan antara niat dan kesempatan. Bicara soal niat, berarti berbicara tentang perilaku, ketika membicarakan perilaku, berarti memperbincangkan soal nilai. ”Selama perilaku dan sistem tidak diperbaiki secara fundamental, maka mimpi kalau kita katakan ingin memberantas korupsi di Indonesia,” lanjutnya. (MAM)

Kembali

Tidak ada komentar: