Selasa, Juli 15, 2008

Ketidakadilan Sistem Penyebab Kekerasan

FORUM PERDAMAIAN DUNIA
Dikutip dari Rubrik POLITIK & HUKUM di Harian KOMPAS, Kamis, 26 Juni 2008 halaman 2.

JAKARTA, KOMPAS – Kekerasan yang terjadi di dunia tidak bisa disederhanakan dengan mengatakan berakar pada agama atau budaya tertentu. Apalagi, semua agama mengajarkan kedamaian dan tidak memerintahkan berbuat kerusakan.
Demikian antara lain pemikiran yang disampaikan pada sesi pertama dan kedua dalam Forum Perdamaian Dunia (World Peace Forum/WPF) II, Rabu (25/6) di Jakarta.
Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin, pertemuan WPF itu telah mengeluarkan pandangan yang hampir seragam tentang akar masalah kekerasan. Adanya kesamaan pandangan dari para politisi dan agamawan tentang akar kekerasan ini merupakan langkah maju yang patut dihargai.
”Bahkan, ada pandangan yang lebih tegas tentang ketidakadilan sistem dunia yang merupakan penyebab munculnya kekerasan global,” ujar Din di sela pertemuan.
Direktur Pusat Studi Global dan Internasional Universitas California di Santa Barbara, Amerika Serikat, Mark Juergensmeyer mengatakan, kekerasan tidak ada hubungannya dengan agama tertentu meskipun sering kali agama dipakai sebagai dasar pembenaran atas aksi kekerasan yang dilakukan.
”Sering kali ada rasa frustasi atas ketimpangan ekonomi dan ketidakadilan sistem global yang dirasakan oleh pelaku kekerasan. Kondisi ini memang sering kali diperburuk oleh adanya sejumlah pembenaran yang diambil oleh doktrin agama,” ujarnya.
Menurut Juergensmeyer, sejumlah eksploitasi dalam sistem ekonomi global yang secara terus-menerus mendominasi yang lemah juga menjadi salah satu pendorong munculnya rasa frustasi itu.
Pada sesi yang sama, Ayatollah Mohammad Ali Tashkiri dari Iran mengatakan adanya dominasi yang sangat kuat dan ingin menempatkan pihak lain dalam posisi yang sangat lemah. Bahkan, memaksakan nilai baru yang berbeda dengan nilai lokal yang dianut juga merupakan salah satu akar munculnya kekerasan.
”Palestina diusir dari Israel hanya karena mereka punya suara yang lebih sedikit atau tidak didengar dunia. Demokrasi semacam ini bisa menjadi langkah yang membungkam dan bisa menjadi akar kekerasan. Apalagi, ketika ada yang ingin menegakkan hak individual, hak warga negara yang bebas, kemudian dengan alasan politik, mereka harus menerima penindasan,” ujarnya.
Menteri Luar Negeri Indonesia Hassan Wirayuda dalam pidatonya pada pembukaan sesi pertama mengatakan, kekerasaan juga muncul karena kekerasan juga. Ia menyebutkan sejumlah pola kekerasan, seperti kekerasan yang terjadi di dalam suatu negara dan di antara negara. (MAM)

Tidak ada komentar: